SMKN PADANGCERMIN
Cerita Bisu
PENULIS : SANAH SETIANI
21 november 2014
Cerita Bisu
Kerpibadian orang seperti saya memang aktif namun beberapa tahun yang lalu
tepatnya ketika saya masih duduk di sekolah dasar tak seperti kebanyakan teman
saya,saya yang tak berparas cantik dan
berpenampilan menarik justru saya sangat berlawanan dengan mereka karna keadaan
saya yang begini saya kurang merasakan arti punya sahabat merasa kurang
dianggap oleh sahabat saya yang sudah dari masa kanak-kanak berteman kini hanya
sebatas teman biasa mungkin karna saya tidak pantas bersahabat dengan mereka.
Syifa itulah nama yang diberikan
oleh kedua orang tua saya, walaupun saya orang yang kurang disiplin namun
termasuk menjadi salah satu murid kesayangan,waktu itu saya berlari-lari karna
takut terlambat sekolah setelah mendengar lonceng masuk untunglah guru belum
masuk sayapun segera masuk kelas dan duduk dibangku saya dengan keringat yang
menetes-netes dijidat saya tak perduli teman-teman yang mencibir saya karna
lagi-lagi terlambat namun kali ini berbeda dengan hari biasanya , mereka
terlihat tersenyum-senyum tak mempedulikan apa yang mereka bicarakan karna
biasanya masalah Tama ya itu nama ketua kelas 6 dikelas kami seorang murid
pindahan dari Jakarta yang masuk sudah pindah saat kelas 5 berpenampilan
menarik dan menjadi pusat perhatian disekolah.
Tak lama kemudian Ibu Ani masuk kelas 6 sedikit tercengang karna ada
seseorang anak laki-laki yang bersamanya sempat terdengar kata-kata para teman
perempuan saya yang sedikit heboh, hem ini sudah menjadi adat istiadat dikelas
kami bagi anak baru pasti akan menjadi idola , manis , ganteng,keren dan ramah
itulah anggapan sosok seorang fahri dimata mereka sebenarnya saya cukup lelah
dengan kelakuan mereka mungkin karena saya belum tau atau mengenal apa yang mereka
rasakan.
Ela adalah siswi tercantik di sekolah kami dengan hidung yang sangat
mancung dan pergaulan yang tinggi , sebenarnya dia adalah pacar dari Tama namun
dilihat dari tingkah lakunya Ela seperti memendam perasaan pada fahri, lucu
rasanya anak SD sudah mengenal yang namanya pacaran namun memang itulah yang
terjadi.
Perselisihan diantara Tama dan Fahri sempat beberapa kali memicu perdebatan
ya lagi-lagi masalah Ela dan tak lama kemudian Ela putus dengan Tama , beberapa
teman sempat bercerita kepada saya kalau Fahri sedang dekat dengan Ela
mendengar kabar yang beredar seperti itu membuat saya sadar siapa saya dan
siapa mereka memang saya dan hanya 1 dan 2 saja yang belum mengenal yang
namanya cinta .
Saat itu saya hanya fokus terhadap sekolah karna peringkat saya dikelas 5
hanya menjadi juara 3 sedih rasanya mungkin karna biasanya dari tahun-ketahun
peringkat 1 atau 2tak dapat dukungan dari sahabat saya Ela yang sedari balita
sudah bersahabat dengan saya namun sudah dari kelas 4 dia memilih bersahabat
dengan Wina dan Wati yang akhirnya bersahabat dengan Ela merasa saya
ditinggalkan saya hanya diam memang pantas saya dijauhi karna mereka yang
begitu gaul diluar sana.
Jam pulang telah datang saya pun berjalan pulang sendirian karna Ela yang
biasanya satu arah dengan saya sedang tidak masuk sekolah , tak lama kemudian “
Guubraak...! “ saya kaget dan menengok kebelakang terlihat Fahri yang terjatuh
dari sepedahnya, saya lari dan menghampiri dia lalu sepedahnya saya taruh
dibawah pohon mungkin karena jalan setapak itu sepi jadi tidak ada orang lain
disana dan cukup jauh dari warung , berbekal pengetahuan saya saya mengambil
beberapa pucuk daun manding atau biasanya disebut daun pete cina mungkin karena
berasal dari cina dan bukan dari Hongkong.... J hahaha.... , lalu saya lumatkan dan saya tempelkan di luka
fahri , setelah itu saya bantu iya pulang kerumahnya kami yang tadinya sempat
bermusuhan akhirnya bersahabat akrab .
Keesokan harinya saat waktu istirahat tiba-tiba , golongan Ela , Wina ,
dan Wati datang dan menghampiri saya,
Wina “ eh... syifa apa maksut kamu kemaren pulang sama Fahri , jelas-jelas
dia itu lagi deket sama Ela?..”
(Kaget rasanya teman saya sendiri berani berkata seperti itu pada saya
namun sayamencoba tenang dan menjawab pertanyaan mereka)
Saya “ engak ada maksut apa-apa kok saya cuman sahabatan sama Fahri “
Wati “ bukannya semua orang tau kalo kamu itu musuhan sama Fahri dan
kamupun rasanya gak mungkin bisa sahabatan sama fahri..”
(merasa dipojokkan dan sayapun hanya tertunduk lesu)
Dan akhirnya Fahri datang dan meyudahi keributan diantara kami.
Fahri “ betul apa kata syifa kami bersahabatjadi buat apa kalian
terus-terus memojokkan syifa ...”
Ela “ ri tangan kamu kenapa ?...”
Fahri “ oh gak kenapa-napa cuman luka dikit aja kok la...”
Saya “ yaudah saya kekelas dulu ya..”
dikelas saya berfikir akhirnya saya punya sahabat yang ada ketika saya
sulitJ.
Tak bisanya saya diajak main oleh golongan Ela sayapun ikut mereka main
dipinggir sungai mungkin karna beberapa bulan lagi kami akan lulus sampai Wina , Wati , fendi ,Ardi,Tama , Aldi ,renal
, dan tentunya sahabat baru saya Fahri kemudian Sayapun menghampiri mereka dan
ikut bergabung bersama mereka pemandang dibendungan desa kami sangat lah indah
ditambah lagi dengan suara gemercik air yang mengalir dari 7 lubang air yang
ada dibendungan.
Tak lama kemudian tiba-tiba Fahri berdiri dan menghampiri Ela sembari mengatakan
bahwa iya mencintai Ela , tapi mengapa Fahri tak pernah bercerita kepada saya
bahwa dia memendam perasaan pada Ela namun sayapun akhirnya ikut tersenyum
ketika mereka bersama karna untuk saya
melihat Fahri bahagya sayapun akan bahagya , tak lama kemudian kami
semua berbagi tugas yaitu Renal dan Aldi mencari ranting-ranting pohon untuk
kayu sedangkan Tama , Fendi , dan Fahri bertugas mengambil umbi-umbian di dekat
sekolahan lalu Ardi , Wina , Wati bertugas mencari daun pisang untuk alas dan
bungkus kami makan nanti, Aku dan Ela bertugas mempersiapkan tempat untuk kami
nanti makan dan beristirahat.
Tak lama kemudian Ela pergi untuk melihat
Ardi dan Wina mencari ikan disungai sedangkan wati asik dengan hp
barunya , diatas bendungan Fendi Tama , Aldi dan Renal asik mandi namun saya
tak melihat dimana Fahri ah ya sudahlah lebih baik saya keliling-kliling ke
sekitar sungai agar tidak bosan kagetnya saya ketika melihat Fahri
meloncat-loncat untuk menambil bunga seperti anggrek berkelopak ungu dan mekar
merona tak lama kemudian Fahri berhasil mengambil beberapa bunga.
Saya tersenyum ketika Fahri menghampiri saya sembari bertanya bunga
manakah yang paling bagus diantara kedua bunga yang iya bawa saya tersenyum dan
mennunjuk yang kanan tak disangka iya memberikan itu pada saya dan berucap “
ini bunga terbaik untuk orang terbaik dalam hidup saya yaitu kamu J sahabat
saya.... “ saya tersenyum dan menerima
bunga pilihan saya dia pamit ingin menemui Ela dengan sejuta seyum yang iya
tinggalkan.
Mereka berduaan dibawah pohon jambu yang rindang dan sejuk namun ada
fikiran yang mengganjal dihati saya mengapa iya memilihkan bunga terindah untuk
saya bukan untuk Ela orang yang iya cintai.
Setelah kami asik berbincang-bincang tak terasa haari sudah menjelang sore
hari kamipun segera pulang kerumah kami masing-masing hari ini memang bayak
pristiwa yang membuat saya amat sangat tercengang mulai dari sahabat dulu saya
yang akhirnya berpacaran dengan sahabat baru saya dan juga sahabat saya
menempatkan urutan pertama dibanding dengan kekasihnya seperti orang gila saya
senyum-senyum dijalan .
Banyak kejadian yang berkesan dibulan-bulan ini dan tak saya sangka
ternyata Wina akhirnya berpacaran dengan Aldi orang yang dulu pernah mencintai
saya hubungan Ela dan Ferdi putus nyambung hingga akhirnya Ela kembali lagi
pada Tama hem padahal yang saya tau kita itu semua akrab tapi kenapa kok mantan
teman dipacarin mungkin belum ada kata-kata cepu ya dulu maklumlah itu masih
tahun 2010 an perjalanan indah dimasa SD
sangat tak terlupakan apalagi saat kami mengadakan petualangan yang sangat
takkan terlupakan untuk mengenang pertemanan kami , namun sebelum itu hadir
rangga kakak sepupu dari Fahri ets tak kalah tampan juga dengan Fahri namun
sayang mereka berdua ini sama-sama pendek , lagi-lagi mereka rebutan cowok dan
kali ini yang direbutkan Rangga abang dari Fahri yang akhirnya didapatkan oleh
Wina dan pokoknya mereka itu saling cepu mencepu maklumlah masih anak SD belum ABG haha J setelah semester akhirnya libur juga sebelum semua
terpecah-pecah semua teman kami yang tercakup dengan geng SCORLION yaitu
gabungan geng kami lion dan geng scorpio geng golongan Tama dan Ferdi entah
kenapa saya diikutkan padahal awal terbentuknya geng lion hanya Ela , wina dan
wati mungkin karna mereka kasian melihat saya padahal saya sendiri kurang srek
dengan kata geng tapi apa boleh buat dari pada saya dimususi toh geng kami
terkenal dengan kekompakannya bukan dengan kebirutannya bahkan nama besar kami
cukup terkenal dari anggota kami yang hanya 10 orang kni sudah mencapai 25
orang sampai ke adik kelas namun orang yang bisa masuk geng kami hanya
orang-orang yang memunyai syarat-syarat tertentu saja.
Sebuah gubuk panggung yang terletak 10 meter dari kelas kami tempat dimana
kami duduk istirahat membaca buku bercerita dan makan ubi singkong yang ada
dibelakang kantor kami .
Pagi ini ada acara kami untuk berpetualangan dan mengenang kami hari kamis
sama dengan hari kelahiran saya perjalanan sekitar 2-3 km dari desa kami
melewati sawah yang terbentang jauh ladang yang luas pepohonan yang amat sangat
rimbun yang sempat membuat kami cukup takut ialah satu rumah tua yang sudah tak
berpenghuni di tengah-tengah perkebunan yang terkenal angker sempat
berlari-lari ketika melewati rumah itu apalagi dengan cerita Wati yang
mengatakan ada seseorang perempuan yang mati gantung diri dirumah itu .
Ada kejadian yang menyeramkan namun ada juga kejadian lucu sasat sampai di
tengah perjalanan kami tak tahu sampai desa mana akhinya Tama memberanikan diri
bertanya kepada seorang Ibu-ibu yang sedang duduk di bawah pohon coklat ,
Tama “ permisi bu rumahnya ibu pujianti dimana ya bu?..... “
Ibu-ibu itu hanya tersenyum tiba-tiba lalu masuk kedalam rumah melihat
tingkah laku Ibu-ibu itu kami hanya bengong dan merasa bingung lalu datang
seorang bapak-bapak yang meyampaikan bahwa ternyata Ibu-ibu yang kami tanyai
itu ternyata orang gila hahaha kami tertawa karna ternyata orang yang ditanyai Tama ternyata orang gila
Tama hanya menggaruk-garuk kepalanya.
Sampai disungai kami mencuci cobek yang kami gunakan untuk melutis jambu
di dekat sawah tadi sekaligus kami mencuci muka kami.
Waktu sudah menjelang sore waktu sudah menunjukkan pukul 16:12 kami harus
segera bergegas pulang apalagi jalan menuju kedesa butuh waktu sekitar 2 jam
lebih pasti sampai dirumah pasti malam namun saudara wati memberi saran agar
kami lewat jalan pintas dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam lebih
sedikit .
Sampai dipertigaan kami sempat berselisih paham kami hars memilih lewat
jalan pintas agar cepat sampai namun harus melewati kuburan tua atau melewati
sawah namun pasti sampai malam , Ela, fahri , wina , dan Aldi tidak mau lewat
jalan pintas karena takut Tama marah lalu berkata pada Ela
“ kamu itu pacar siapa kamu mau jalan sama fahri dibanding jalan sama saya
! sudah kalau mau jalan sana jalan tapi kalau kamu sampai dirumah malam itu
bukan tanggung jawab saya !.... “
Ela pun hanya diam mungkin iya merasa bersalah entah kenapa saya merasa
terpancing emosi atau cemburu sayapun membentak fahri sahabat saya “ fahri kamu
itu cowok masak gitu aja takut atau bilang aja kalo kamu mau mesra-mesraan sama
mantan kamu “
Tak sadar saya berucap seperti itu namun yang penting akhirnya mereka ikut
kami melewati kuburan tua , namun sikap fahri terhadap saya jadi berubah
setelah kejadian itu saya berfikir mungkin 1 atau 2 hari sudah baikan lagi.
Sehari setelah kejadian itu saya mendengar kabar kalau fahri sakit namun
yang membuat saya menjadi marah iyalah kenapa Fahri justru balikan dengan Ela
tak habis fikir saya baru saja kemarin Tama berkata seperti itu dan skarang
benar-benar terjadi pendek sekali pikiran mereka takkah mereka menghargai
perasaan Tama tak habis fikir saya ah
ingin rasanya saya marah dan teriak pada Fahri dan Ela apa ini inikah
sahabat ya ampun L cinta buta mereka Lsaat diajak menengok fahri saya tidak ikut menjenguk dia
karna saya masih kesal.
Setalah kami lulus kami melanjutlkan sekolah kejenjang berikutnya
disanalah persahabatan kami semua benar-benar kandas kami semua sebenarnya
masuk smp yang sama namun kelas dan teman baru membuat kami melupakan
persahabatan kami bahkan fahripun tak pernah tersenyum ketika berpapasan dengan
saya saya cukup lelah awalnya saya mencoba untuk tetap berteman walau berbeda
kelas setiap istirahat saya coba untuk tetap akrab dan meyakinkan bahwa kita
tetap sahabat 1-2 bulan masih bertahan kami masih bersahabat saya masih terus
bergabung dengan mereka namun saya pahami lama-kelamaan saya tak dianggap
mereka asik dengan kawan barunya saya terpuruk dan tak bisa berteman dengan
siapapun bahkan saya menjadi tertidas selama itu saya hanya diam dan tersenyum
ketika melihat teman saya sewaktu SD saya tak ingin berteman dengan siapapun
dan karena itulah nilai saya merosot kelas 1 ditempatkan di A namun kelas 2 di
E bahkan belajarpun saya tak pernah mungkin karena saya terlalu sayang dengan
mereka.
Setelah kelas 2 walaupun saya ditempatkan di E namun disana saya seperti
mendapatkan teman baru sahabat baru yang membuat saya berusaha untuk bangkit
dukungan dari teman-teman saya membuat saya nyaman disemester 1 saya lumayan
mendapatkan peringkat walaupun pr dan setiap ulangan saya tak pernah belajar
namun saya sedikit mengerti apa yang guru sampaikan .
Melihat teman saya yang kini terperosok kedalam jurang pergaulan bahkan
sampai melakukan hal yang tidak-tidak apa kata saya jangan terlalu menuruti
pergaulan akhirnya namanya jadi tercoreng benar-benar berubah teman-teman saya
hanya beberapa yang mampu menjaga nama baik mereka ada yang menjadi preman ,
pencuri dan lain-lain.
Suatu malam saya terbangun dari tidur saya masih tengah malam saya
bermimpi bahwa fahri datang kesekolah saya dan meminta maaf karna waktu pergi
tak pamit malam itu saya menangis walaupun hanya mimpi namun terasa begitu berarti
sudah berbulan-bulan saya tak bertemu dengan nya , akhirnya saya bertanya pada
rizky teman SD saya dulu namun hanya sekedar basa-basi agar rizky tak curiga
alangkah terkejutnya saya ketika mendengar bahwa Fahri setelah lulus dari kelas
1 melanjutkan kelas 2 nya di sekolah lain bahkan diprovinsi dan dipulau lain oh
ya ALLAH saya sangat rindu padanya bahkan saya belum sempat meminta maaf atau
bahkan mengucapkan salam perpisahan.
Karna kejadian itu fikiran saya kembali terguncang dan menyababkan nilai saya
turun lagi dan perlahan sahabat saya mulai menjauh karna sikap saya yang
pendiam dan tak mau bergaul dengan teman-teman.
Akhirnya saya naik kelas 3 smp disana saya mencoba menjadikan orang yang
saya sayang sebagai kunci bahwa saya bisa lebih baik ada seseorang yang hadir
dalam hidup saya yaitu dian yang dulu pernah 1 kelas dengan saya anaknya baik ,
sopan , soleh , dan yang saya tau dia tak pernah pacaran walaupun dia ANAK MAMI
namun justru karna itu saya sangat mencintainya berpenampilan cupu dengan postur
tinggi dan kurus amat sangat menarik .
Dengan Dian ini sebenarnya saya sudah sangat dekat namun sayang yang
namanya anak mami ya pasti tidak mau pacaran dia dulu sempat memanggil saya
adek lucu rasanya teman saya yang manggilnya aku kamu berubah menjadi adek
sudah bilang sayang kesaya namun dia malah bilang tidak mau pacaran ya sudahlah
saya pun tak seberapa ingin pacaran saya hanya ingin hatinya untuk saya.
Saat bertemu di kantin biasanya kami ledek-ledekkan dengan kata-kata ANAK
MAMI GAK BOLEH PACARAN MASIH KECIL
Haha waktu ulangan semester dia potong rambut kalo menurut bahasa kami
yaitu cukur batok seperti boboho sayapun jaga meledeki dia , waktu
istirahat Dian ada tepat didepan jendela
tempat duduk saya saya pun memanggil dia
“ dian rambut kamu tu terlalu kebawah coba agak dinaikin pasti keren “
Dianpun menaikan rambutnya dan berucap “ begini ?... ya sudah besok saya
potong J “
Besoknya dia benar-benar potong rambut dan memenuhi janjinya pada saya
padahal sahabatnya saja yang menyuruh iya potong rambut tidak digubris tapi
kenapa dia nurut sama saya .
Saat bertemu dia tersenyum sambil menyisir rambutnya dengan jari tangan
dan menunjukkan gaya rambutnya yang terbaru tersenyum dan bahagya saya namun
akhirnya senyum saya berubah menjadi marah karna Dian ikut-ikut temannya
bajunya di keluarkan saya menyuruhnya memasukkan baju nya karna bagaimanapun
itu tidak baik untuk murid sekolah dan bersyukur saya dian tak lagi-lagi
mengeluarkan bajunya.
Namun semua itu berakhir hanya tinggal kenangan, Dian kini memang sangat
keren namun sayang sikapnya mulai berubah kini iya menjadi badung dulu memang
dia cupu namun amat sopan dan baik dibanding sekarang keren gaul namun sayang
begajulan andai saya mampu mengatakan jadilah dirimu sendiri itu lebih baik
namun saya tak mampu mengatakan , perlahan akhirnya saya mulai menjauh dan
berharap Dian sadar akan hal itunamun sayang saat saya mulai menjauh justru
terdengar kabar bahwa Ati orang yang satu kelas dengan dia ternyata mencintai
Dian ya ampun wajahnya memang cantik namun sayang dia ganjen , lenjeh , centil
, menel dan pokoknya begitu lah kata orang-orang hem kesal jenuh dan marah
sampai-sampai saya bertanya langsung pada pada Ati apakah dia menyukai Dian namun dia menjawap
tak menyukai Dian huh lega saya .
Halal-bihalal di smp kami Dian menghampiri saya lalu meminta maaf serasa
merasa hidup saya lengkap dengan sahabat saya waroh dan ningrum dan teman-teman
saya yang lain melewati hari-hari yang indah bersama mereka kini arus terpisah
karna kami lulus perpisahan terasa begitu berarti saya sayang kalian untuk
semua kenangan yang indah akan saya kenang walau maut yang memisahkan kita.
Sayangilah orang disekitarmu sebelum iya pergi meninggalkanmu
Yang terbaik untuk yang terbaik jodoh anda itu adalah pilihan tuhan yang terbaik
dipilihkan tuk anda .
Terima kasih telah membaca karangan saya ,mohon maaf bila ada salah kata
dalam penulisan atau kata” yang kurang jelas .
SEMOGA BERMANFAAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar